Senin, 05 September 2016

Kisah Sunan Kudus | Berita MLM Masa Kini

Kisah Sunan Kudus
Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam walisongo, yang lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Ia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung.
Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. Bapaknya yaitu Sunan Ngudung adalah putra Sultan di Palestina yang bernama Sayyid Fadhal Ali Murtazha (Raja Pandita/Raden Santri) yang berhijrah fi sabilillah hingga ke Jawa dan sampailah di Kekhilafahan Islam Demak dan diangkat menjadi Panglima Perang.
Jati diri Sunan Kudus
Nama Ja’far Shadiq diambil dari nama datuknya yang bernama Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib yang beristerikan Fatimah az-Zahra binti Muhammad.
Sunan Kudus sejatinya bukanlah asli penduduk Kudus, ia berasal dan lahir di Al-Quds negara Palestina. Kemudian bersama kakek, ayah dan kerabatnya berhijrah ke Tanah Jawa.
Nasab Sunan Kudus
Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel. Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad. Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Jamaluddin Al-Husain bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah.
Sunan Kudus dalam Babad Tanah Jawi
Babad Tanah Jawi (selanjutnya disebut BTJ) adalah terjemahan dari Punika Serat Babad Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegiing Taoen 1647 yang disusun oleh W. L. Olthof di Leiden, Belanda, pada tahun 1941. Seperti pada pengertian babad pada umumnya, di sini terdapat cerita-cerita tentang pendirian sebuah negara (kerajaan) dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar kerajaan tersebut.
“…Orang di tanah Jawa taat serta menganut agama Islam. Mereka bermusyawarah akan mendirikan masjid di Demak. Para wali saling berbagi tugas, semua sudah siap sedia. Hanya Sunan Kali Jaga yang masih ketinggalan, bagian garapannya belum berbentuk, sebab sedang tirakat di Pamantingan. Sekembalinya ke Demak, masjid sudah akan didirikan. Sunan Kali Jaga segera mengumpulkan sisa-sisa kayu bekas sudah menjadi tiang.Pagi harinya tanggal 1 bulan Dulkangidah masjid didirikan dengan sengkalan tahun 1428. Kiblat di masjid searah dengan ka’bah di Mekkah. Penghulunya Sunan Kudus. Setelah beberapa Jumat berdirinya masjid tadi, ketika para wali sedang berdzikir bersama di masjid itu, Sunan Kudus duduk khusuk bertafakur di bawah beduk, tiba-tiba ada bungkusan jatuh dari atas-buku kulit kambing, di dalamnya ada sajadah serta selendang Kanjeng Rasul.”
“Pada waktu itu banyak orang Jawa yang belajar agama Islam, kedigdayaan, dan kekuatan badan. Ada dua orang guru yang terkenal, yaitu Sunan Kali Jaga dan Sunan Kudus. Sunan Kudus itu muridnya tiga orang, yaitu Arya Penansang di Jipang, Sunan Prawata, dan Sultan Pajang. Yang paling disayang adalah Arya Penansang.
Waktu itu Sunan Kudus sedang duduk-duduk di rumahnya dengan Pangeran Arya Penansang, Sunan Kudus berkata kepada Arya Penansang, “Orang membunuh sesama guru itu, hukumnya apa?” Perlahan jawab Arya Penangsang, “Hukumnya harus dibunuh, tetapi saya belum tahu siapa yang berbuat demikian itu.” Sunan Kudus berkata,”Kakakmu di Prawata.” Arya Penansang setelah mendengar perintah Sunan Kudus, bersedia membunuh Sunan Prawata. Ia lalu mengutus abdi pengawalnya bernama Rangkud dan diperintah untuk membunuh Sunan Prawata. Rangkud lalu berangkat. Sesampai di Prawata ketemu dengan Sunan Prawata yang sedang sakit dan bersandar pada istrinya. Setelah melihat Rangkud Sunan Prawata bertanya, “Kamu itu orang siapa?” Rangkud menjawab, “Saya adalah utusan Arya Penansang, memerintahkan untuk membunuhmu.” Sunan Prawata berkata, “Ya, terserah, tetapi saya sendiri sajalah yang engkau bunuh, jangan mengikutkan orang lain.” Rangud lalu menusuk sekuat-kuatnya. Dada Sunan Prawata tembus sampai ke punggungnya serta menembus dada istrinya. Sunan Prawata setelah melihat istrinya terluka, segera mencabut kerisnya yang bernama Kyai Betok, lalu dilemparkan ke Rangkud. Si Rangkud tergores oleh kembang kacang (hiasan pada pangkal keris), ia jatuh di tanah lalu tewas. Sunan Prawata dan isterinya juga meninggal dunia. Meninggalnya ber-sinengkalan tahun 1453. Arya Penangsang begitu tega membunuh Sunan Prawata sebab ayahnya juga dibunuh oleh Sunan Prawata, saat pulang dari sholat Jum’at. Ia dicegat di tengah jalan oleh utusan Sunan Prawata bernama Sura Yata. Ki Sura Yata tadi juga sudah dibunuh oleh teman ayahnya Arya Jipang.
Sunan Prawata tadi mempunyai saudara perempuan namanya Ratu Kali Nyamat. Dia begitu tidak terima atas kematian saudara laki-lakinya itu. Lalu berangkat ke Kudus bersama suaminya berniat minta keadilan kepada Sunan Kudus. Lalu jawab Sunan Kudus, “Kakakmu itu sudah hutang pati pada Arya Penangsang. Sekarang tinggal membayar hutang itu saja.” Ratu Kali Nyamat mendengar jawaban Sunan Kudus itu sangat sakit hatinya. Lalu kembali pulang. Di tengah jalan dibegal utusannya Arya Penansang. Laki-lakinya dibunuh. Ratu Kali Nyamat sangat terpukul hatinya. Sebab baru saja kehilangan saudaranya, lalu kehilangan suaminya. Ia jadi sangat menderita. Lalu bertapa telanjang di Bukit Dana Raja. Sebagai ganti kain untuk menutup auratnya adalah rambutnya yang diurai. Ratu Kalinyamat berprasetia tidak mau memakai kain selama hidup jika Arya Penansang belum meninggal. Ia bernadar barangsiapa dapat membunuh Arya Jipang, dia akan mengabdi kepadanya dan akan menyerahkan seluruh kekayaannya.
Pada suatu ketika Sunan Kudus sedang berbincang-bincang dengan Arya Penangsang, Sunan Kudus berkata, “Kakakmu Sunan Prawata dan Kali Nyamat sekarang sudah mati, tapi belum lega rasanya kalau belum menguasai tanah Jawa semua. Jika masih ada adikmu Sultan Pajang saya kira tidak mungkin bisa jadi raja, sebab dia adalah penghalang.” Arya Penansang berkata, “Jika diperkenankan atas izin Sunan Kudus, Pajang akan saya gempur dengan perang, adik saya di Pajang akan saya bunuh supaya tidak ada penghalang.” Sunan Kudus menjawab, “Maksudmu itu saya kurang setuju sebab akan merusak negara serta banyak korban. Adapun maksud saya, kakakmu di Pajang bisa mati, secara diam-diam saja, jangan diketahui banyak orang.” Arya Penangsang menjawab sangat setuju. Lalu mengutus abdi pengawal untuk menculik dan membunuh Sultan Pajang. Utusan segera berangkat. Datang di Pajang tengah malam, lalu masuk ke dalam istana. Sultan Pajang sedang tidur berselimut kain kampuh, jarik/kain sarung. Para istrinya tidur di bawah. Utusan menerjang dan menusuk dengan sekuat tenaga. Sultan Pajang tidak mempan (kebal), masih enak tidur saja. Kain yang digunakan untuk berselimut itu pun tidak tertembus. Para isrti terkejut, bangun, menangis, dan menjerit. Sultan Pajang terkejut juga dan bangun. Kain selimut terlempar menerpa para utusan itu, mereka terjatuh terkapar di tanah, tidak ada yang dapat pergi.
Asal usul nama kota Kudus
Dahulu kota Kudus masih bernama Tajug. Kata warga setempat, awalnya ada Kyai Telingsing yang mengembangkan kota ini. Telingsing sendiri adalah panggilan sederhana kepada The Ling Sing, seorang Muslim Cina asal Yunnan, Tiongkok. Ia sudah ada sejak abad ke-15 Masehi dan menjadi cikal bakal Tionghoa muslim di Kudus. Kyai Telingsing seorang ahli seni lukis dari Dinasti Sung yang terkenal dengan motif lukisan Dinasti Sung, juga sebagai pedagang dan mubaligh Islam terkemuka. Setelah datang ke Kudus untuk menyebarkan Islam, didirikannya sebuah masjid dan pesantren di kampung Nganguk. Raden Undung yang kemudian bernama Ja’far Thalib atau lebih dikenal dengan nama Sunan Kudus adalah salah satu santrinya yang ditunjuk sebagai penggantinya kelak.
Kota ini sudah ada perkembangan tersendiri sebelum kedatangan Ja’far Shodiq. Beberapa kiah tutur percaya bahwa Ja’far itu seorang penghulu Demak yang menyingkir dari kerajaan. Awal kehidupan Sunan Kudus di Kudus adalah dengan berada di tengah-tengah jamaah dalam kelompok kecil. Penafsiran lainnya itu memperkirakan bahwa kelompok kecilnya itu adalah para santrinya sendiri yang dibawa dari Demak sana, sekaligus juga tentara yang siap memerangi Majapahit. Versi lainnya mereka itu adalah warga setempat yang dipekerjakannya untuk menggarap tanah ladang. Berarti ada kemungkinan juga Ja’far memenuhi kebutuhan hidupnya di Kudus dimulai dengan menggarap ladang.
Fakta mengenai Sunan Kudus
Sunan Kudus berhasil menampakkan warisan budaya dan tanda dakwah islamiyahnya yang dikenal dengan pendekatan kultural yang begitu kuat. Hal ini sangat nampak jelas pada Menara Kudus yang merupakan hasil akulturasi budaya antara Hindu-China-Islam yang sering dikatakan sebagai representasi menara multikultural. Aspek material dari Menara Kudus yang membawa kepada pemaknaan tertentu melahirkan ideologi pencitraan tehadap Sunan Kudus. Oleh Roland Barthes disebut dengan mitos (myth), yang merupakan system komunikasi yang memuat pesan (sebuah bentuk penandaan). Ia tak dibatasi oleh obyek pesannya, tetapi cara penuturan pesannya. Mitos Sunan Kudus selain dapat ditemui pada peninggalan benda cagar budayanya, juga bisa ditemukan di dalam sejarah, gambar, legenda, tradisi, ekspresi seni maupun cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat Kudus. Kini ia populer sebagai seorang wali yang toleran, ahli ilmu, gagah berani, kharismatik, dan seniman.
Satu fakta utama yang dapat masyarakat lihat pada mata uang kertas Rp. 5.000,00 dengan gambar Menara Kudus. Ini merupakan suatu bentuk apresiasi dari Gubernur Bank Indonesia yang dijabat oleh Arifin Siregar pada masa itu. Berikut petikan sambutannya: “…Kami sewaktu bertugas sebagai Gubernur Bank Indonesia mendapat kesempatan untuk mengeluarkan uang kertas Lima Ribu Rupiah dengan gambar Menara Kudus. Hal ini kami lakukan antara lain mengingat keindahan dan kenggunan Menara Kudus. Disamping itu Menara Kudus merupakan salah satu peninggalan sejarah Indonesia yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat kita dan juga khalayak luar negeri.”
Mengenai hari jadi kota Kudus sendiri (23 September 1549, berdasarkan Perda No. 11 Tahun 1990 yang diterbitkan tanggal 6 Juli 1990) memang tak bisa dilepaskan dari patriotisme Sunan Kudus sendiri. Bukti nyatanya dapat dilihat dalam inskripsi yang terdapat pada Mihrab di Masjid Al-Aqsa Kudus yang dibangun pada 956 H/1549 M oleh Sunan Kudus. Maka dalam setiap perayaan hari jadinya tak pernah lupa semangat dan patriotisme Sunan Kudus dalam memajukan rakyat dan ummatnya.
Menurut Muliadi via Castles (1982); Ismudiyanto dan Atmadi (1987); dan Suharso (1992), menyebutkan bahwa: “ Dalam sejarah, Kudus Kulon dikenal sebagai kota lama dengan diwarnai oleh kehidupan keagamaan dan adat istiadatnya yang kuat dan khas serta merupakan tempat berdirinya Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus; serta merupakan pusat tempat berdirinya rumah-rumah asli (adat pencu). Sementara Kudus Wetan terletak di sebelah Timur Sungai Gelis, dan merupakan daerah pusat pemerintahan, pusat transportasi, dan daerah pusat perdagangan.”
Salah satu bentuknya ialah tarian Buka Luwur yang menggambarkan sejarah perjalanan masyarakat Kudus sepeninggal Sunan Kudus hingga terbentuk satuan wilayah yang disebut Kudus. Tradisi ini telah menjadi kegiatan rutin pengurus Menara Kudus setiap tanggal 10 Muharram dengan dukungan umat Islam baik di Kudus maupun sekitarnya. Ini merupakan prosesi pergantian kelambu pada makam Sunan Kudus diiringi doa-doa dan pembacaan kalimah toyyibah (tahlil, shalawat, istigfar, dan surat-surat pendek al-quran yang sebelumnya telah didahului dengan khataman quran secara utuh).
Ada lagi tradisi Dhandangan yang digelar setahun sekali menjelang bulan Ramadhan. Pada masa Sunan Kudus tradisi ini ditandai dengan pemukulan bedug di atas Menara Kudus (berbunyi dhang dhang dhang). Tradisi ini pun memperkuat eksistensi Sunan Kudus. Selain itu masyarakat Kudus hingga saat ini tak pernah berani menyembelih sapi/lembu sebagai suatu penghormatan kepada Sunan Kudus yang mana dakwahnya menekankan unsure kebijaksanaan dan toleransi karena kala itu masyarakat Kudus masih beragama Hindu yang menyucikan hewan lembu. Kini, setiap Kamis malam makam Kanjeng Sunan Kudus selalu ramai oleh peziarah dengan beragam latar beragam latar belakang dan etnis, dari berbagai daerah. Mereka datang dengan beragam cara, baik sendiri maupun bersama rombongan. Pada momen-momen tertentu ada yang datang dari mancanegara.
Fenomena pencitraan ini berhasil menjadi sumber penggerak dalam bertindak (untuk beberapa hal), Bourdieu menyebutnya sebagai “tindakan yang bermakna” baik keberagamaan maupun fenomena budaya lainnya. Citra Sunan Kudus dalam masyarakat Kudus telah melewati kuasa dan pertarungan sistem tanda yang merekontruksi budaya lokal mereka. Suatu tandanya dapat dihubungkan dengan tanda lain yang dapat ditemui dalam model keberagamaan maupun kontruksi budaya masyarakat agama (Islam). Jadilah mereka memiliki identitas keislaman yang khas dan unik serta memiliki warisan spirit dan patriotisme yang melegenda. Hal ini terus digali hingga menjadi model dalam sosial-budaya dan sikap keberagamaan umat Islam (suatu identitas kultural).
Pendidikan Sunan Kudus
Kanjeng Sunan Kudus (selanjutnya disingkat KSK) banyak berguru kepada Sunan Kalijaga dan ia menggunakan gaya berdakwah ala gurunya itu yang sangat toleran pada budaya setempat serta cara penyampaian yang halus. Didekatinya masyarakat dengan memakai simbol-simbol Hindu-Budha seperti yang nampak pada gaya arsitektur Masjid Kudus. Suatu waktu saat KSK ingin menarik simpati masyarakat untuk mendatangi masjid guna mendengarkan tabligh akbarnya, ia tambatkan Kebo Gumarang (sapinya) di halaman masjid. Masyarakat yang saat itu memeluk agama Hindu pun bersimpati, dan semakin bersimpati selepas mendengarkan ceramah KSK mengenai “sapi betina” atau Al-Baqarah dalam bahasa Al-qurannya. Teknik lainnya lagi adalah dengan mengubah cerita ketauhidan menjadi berseri, betujuan menarik rasa penasaran masyarakat.
Dakwah Sunan Kudus
Ia adalah Sunan Kudus yang bernama asli Syekh Ja’far Shodiq. Ia pula yang menjadi salah satu dari anggota Wali Sanga sebagai penyebar Islam di Tanah Jawa. Sosok Sunan Kudus begitu sentral dalam kehidupan masyarakat Kudus dan sekitarnya. Kesentralan itu terwujud dikarenakan Sunan Kudus telah memberikan pondasi pengajaran keagamaan dan kebudayaan yang toleran.
Tak heran, jika hingga sekarang makam ia yang berdekatan dengan Menara Kudus selalu ramai diziarahi oleh masyarakat dari berbagai penjuru negeri. Selain itu, hal tersebut sebagai bukti bahwa ajaran toleransi Sunan Kudus tak lekang oleh zaman dan justru semakin relevan ditengah arus radikalisme dan fundamentalisme beragama yang semakin marak dewasa ini.
Dalam perjalanan hidupnya, Sunan Kudus banyak berguru kepada Sunan Kalijaga. Cara berdakwahnya pun sejalan dengan pendekatan dakwah Sunan Kalijaga yang menekankan kearifan lokal dengan mengapresiasi terhadap budaya setempat.
Beberapa nilai toleransi yang diperlihatkan oleh Sunan Kudus terhadap pengikutnya yakni dengan melarang menyembelih sapi kepada para pengikutnya. Bukan saja melarang untuk menyembelih, sapi yang notabene halal bagi kaum muslim juga ditempatkan di halaman masjid kala itu.
Langkah Sunan Kudus tersebut tentu mengundang rasa simpatik masyarakat yang waktu itu menganggap sapi sebagai hewan suci. Mereka kemudian berduyun-duyun mendatangi Sunan Kudus untuk bertanya banyak hal lain dari ajaran yang dibawa oleh ia.
Lama-kelamaan, bermula dari situ, masyarakat semakin banyak yang mendatangi masjid sekaligus mendengarkan petuah-petuah Sunan Kudus. Islam tumbuh dengan cepat. Mungkin akan menjadi lain ceritanya jika Sunan Kudus melawan arus mayoritas dengan menyembelih sapi.
Selain berdakwah lewat sapi, bentuk toleransi sekaligus akulturasi Sunan Kudus juga bisa dilihat pada pancuran atau padasan yang berjumlah delapan yang sekarang difungsikan sebagai tempat berwudlu. Tiap-tiap pancurannya dihiasi dengan relief arca sebagai ornamen penambah estetika. Jumlah delapan pada pancuran mengadopsi dari ajaran Budha yakni Asta Sanghika Marga atau Delapan Jalan Utama yang menjadi pegangan masyarakat saat itu dalam kehidupannya. Pola akulturasi budaya lokal Hindu-Budha dengan Islam juga bisa dilihat dari peninggalan Sunan Kudus berupa menara. Menara Kudus bukanlah menara yang berarsitektur bangunan Timur Tengah, melainkan lebih mirip dengan bangunan Candi Jago atau serupa juga dengan bangunan Pura di Bali.
Menara tersebut difungsikan oleh Sunan Kudus sebagai tempat adzan dan tempat untuk memukul bedug setiap kali datangnya bulan Ramadhan. Kini, menara yang konon merupakan menara masjid tertua di wilayah Jawa tersebut dijadikan sebagai landmark Kabupaten Kudus.
Strategi (akulturasi) dakwah Sunan Kudus adalah suatu hal yang melampaui zamannya. Melampaui zaman karena dakwah dengan mengusung nilai-nilai akulturasi saat itu belumlah ramai dipraktikkan oleh penyebar Islam di Indonesia pada umumnya.
Kini, toleransi beragama berada di titik nadir. Ironisnya, toleransi beragama tak cuma menjadi barang mahal tetapi sudah terlalu langka. Dengan jalan menghidupkan kembali esensi serta spirit dakwah Sunan Kudus, kiranya masyarakat muslim bisa mengembalikan lagi wajah Islam yang ramah dan toleran setelah sebelumnya dihinggapi oleh stigma negatif.Ajaran Toleransi Ala Sunan Kudus.
Karya Sunan Kudus
Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan, Kota Kudus, yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih bertahan hingga sekarang. Sekarang Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus Jawa Tengah. Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau, pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.
Wafatnya Sunan Kudus
Pada tahun 1550, Sunan Kudus meninggal dunia saat menjadi Imam sholat Subuh di Masjid Menara Kudus, dalam posisi sujud. kemudian dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.
Keturunan Sunan Kudus
Di antara keturunan Sunan Kudus yang menjadi Ulama’ dan Tokoh di Indonesia adalah: Syekh Kholil Bangkalan Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini, Syekh Bahruddin Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini, dan Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini.

Kisah Sunan Drajat | Berita MLM Masa Kini

Kisah Sunan Drajat | Berita MLM Masa Kini

Kisah Sunan Drajat
Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.
Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan.
Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam ia menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi
Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi.
Sejarah singkat
Sunan Drajat bernama kecil Raden Syari­fuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, ia me­ngambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun.
Ia sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin. Ia terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.
Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempu­nyai otonomi.
Sebagai penghargaan atas keberha­silannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, ia memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Sultan Demak pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi.
Filosofi Sunan Drajat
Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :
Memangun resep tyasing Sasoma (kita selalu membuat senang hati orang lain)
Jroning suka kudu éling lan waspada (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
Mèpèr Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)
Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur).
Mulya guna Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu)
Mènèhana teken marang wong kang wuta, Mènèhana mangan marang wong kang luwé, Mènèhana busana marang wong kang wuda, Mènèhana ngiyup marang wong kang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)
Penghargaan
Dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. Sisa – sisa gamelan Singo meng­kok-nya Sunan Drajat kini tersimpan di Museum Daerah.
Untuk menghormati jasa – jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta benda-­benda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendirikan Museum Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Museum ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur tanggal 1 Maret 1992.
Upaya Bupati Lamongan R. Mohamad Faried, S.H. untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan sejarah bangsa ini mendapat dukungan penuh Gubernur Jawa Timur dengan alokasi dana APBD I yaitu pada tahun 1992 dengan pemugaran Cungkup dan pembangu­nan Gapura Paduraksa senilai Rp.98 juta dan anggaran Rp.100 juta 202 ribu untuk pembangunan kembali Mesjid Sunan Drajat yang diresmikan oleh Menteri Penerangan RI tanggal 27 Juni 1993. Pada tahun 1993 sampai 1994 pembenahan dan pembangunan Situs Makam Sunan Drajat dilanjutkan dengan pembangunan pagar kayu berukir, renovasi paséban, balé ranté serta Cungkup Sitinggil dengan dana APBD I Jawa Timur sebesar RP. 131 juta yang diresmikan Gubernur Jawa Timur M. Basofi Sudirman tanggal 14 Januari 1994.

Belajar Tenaga Dalam | Tahta Mataram

Belajar Tenaga Dalam
                                                                     Lanjut Ke..........

Untuk belajar tenaga dalam banyak sekali metode yang dijalankan. Pada jaman dulu untuk belajar membangkitkan tenaga dalam seseorang sering melakukan sebuah ritual-ritual, tirakat, membaca mantra, melakukan laku khusus seperti puasa dsb. Namun di jaman modern ini metode-metode tersebut sudah sulit dijalankan oleh kebanyakan orang. Melihat hal tersebut Tahta Mataram membuat sebuah kurikulum modern tentang cara belajar tenaga dalam secara mudah, aman dan bisa dipelajari oleh semua orang melalui metode pernafasan dan jurus-jurus khusus yang dikemas secara modern dilogika dan ilmiah. Sementara itu hasil daripada pelatihan pernafasan dan jurus-jurus dari Tahta Mataram tersebut menghasilkan banyak sekali manfaat diantaranya meningkatkan power/energi dalam diri manusia, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatan, meningkatkan daya cipta, daya ingat dan kecerdasan, mampu menguasai berbagai ilmu spiritual dan ilmu kedahsyatan dunia secara nyata, ilmiah dan logika.
Masih banyak ribuan manfaat yang dihasilkan dari berlatih pernafasan dan jurus-jurus tenaga dalam tersebut. Bagi Anda yang ingin belajar dan mendalami tenaga dalam di tahta mataram silahkan daftarkan diri Anda melalui program-program kepelatihan kami.
Jenis Program Pelatihan Meliputi:
Program Regular :
Program Regular adalah pelatihan dengan sistem kenaikan tingkat/keilmuan normal tiada percepatan, setiap tingkat terdapat materi pengolahan dan praktek spiritual dengan materi yang berbeda misalnya Tingkat A mempelajari materi Ilmu Pengobatan sedang Tingkat B akan mempelajari materi Ilmu Kebatinan. Satu tingkat ditempuh 3 bulan setara 24 kali berlatih, mengingat 1 minggu 2 kali pertemuan dan 1 kali pertemuan memakan waktu 2 jam.
Program Privat Regular/Privat Rutin :
Program Privat Regular materi keilmuannya sama dengan Program Regular, yang membedakan pelatihan dilakukan tersendiri dari anggota regular, dengan materi yang dipadatkan sehingga jika di Program Regular satu tingkat ditempuh tiga bulan maka Privat Regular hanya ditempuh 1 bulan saja atau setara dengan 8 kali pertemuan.
Program Privat Eksekutif / Keilmuan :
Program Privat Eksekutif adalah Program yang berbeda dari Program Regular maupun Program Privat Regular, Program Privat Eksekutif tidak melalui Tingkatan melainkan peserta dipersilahkan memilih materi keilmuan sesuai kebutuhan, misalnya peserta memilih Privat Ilmu Hipnotis Hipnotherapy maka hanya ilmu itu saja yang kami ajarkan. Selain itu tempat dan waktu pelatihan bisa menyesuaikan kesibukan peserta, kami akan menyiapkan pelatih khusus bagi peserta Privat Eksekutif.

Tenaga Dalam Pernafasan | Tahta Mataram

Tenaga Dalam Pernafasan

Tenaga Dalam Pernafasan merupakan salah satu metode dalam belajar tenaga dalam menggunakan oleh pernafasan dan tata gerak/jurus khusus yang dilakukan secara rutin dan bertingkat dari tenaga dalam dasar hingga tingkat tertinggi. Selain itu olah pernafasan juga banyak digunakan dalam berbagai hal contohnya olah raga, bela diri, rileksasi, yoga dan masih banyak lagi.
Untuk Anda yang ingin belajar Tenaga Dalam Pernafasan dari Tingkat Dasar hingga Tingkat Tertinggi silahkan daftarkan diri Anda di Lembaga Bela Diri Pernafasan Tenaga Dalam dan Penyembuhan TAHTA MATARAM

Lembaga Tahta Mataram adalah Lembaga

Lembaga Tahta Mataram adalah Lembaga
Lembaga Tahta Mataram adalah Lembaga Pendidikan yang bergerak khusus dibidang Beladiri Pernafasan dan tenaga dalam, penyembuhan, Kebathinan, Kegaiban, Spiritual, Hipnotisme/hipnosis, Hipnotherapy, Penyembuhan Fisik dan Gaib, Mengupas tuntas materi keilmuan santet/guna-guna, ilmu kesaktian dan kedahsyatan dunia, Ilmu Brajamusti, Pengisian, Ilmu Khodam, Ilmu Pusaka, Ilmu Keris, pemagaran, dan berbagai keilmuan dan kesaktian Jaman Kerajaan Mataram akan dikupas tuntas secara logika.
  Untuk yang ingin private di Tahta Mataram silahkan hubungi: Faiz Carnegie 082111123601

Minggu, 04 September 2016

100 Manfaat Meditasi

Ketika seseorang melakukan sebuah meditasi/semedi yang baik dan benar secara maksimal, maka seseorang akan mendapatkan banyak manfaat dari meditasi/semedi tersebut diantaranya:
  1. Menurunkan konsumsi oksigen.
  2. Menurunkan ritme pernapasan.
  3. Meningkatkan aliran darah dan memperlambat denyut jantung.
  4. Meningkatkan toleransi latihan.
  5. Memimpin ke tingkat yang lebih dalam relaksasi fisik.
  6. Baik untuk orang dengan tekanan darah tinggi.
  7. Mengurangi serangan kecemasan dengan menurunkan kadar laktat darah.
  8. Mengurangi ketegangan otot
  9. Membantu dalam penyakit kronis seperti alergi, arthritis dll
  10. Mengurangi Pra-menstruasi gejala Sindrom.
  11. Membantu dalam penyembuhan pasca-operasi.
  12. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  13. Mengurangi aktivitas virus dan gangguan emosi
  14. Meningkatkan energi, kekuatan dan semangat.
  15. Membantu menurunkan berat badan
  16. Pengurangan radikal bebas, kerusakan jaringan kurang
  17. Resistensi kulit tinggi
  18. Menurunkan kadar kolesterol, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  19. Peningkatan aliran udara ke paru-paru sehingga bernapas lebih mudah.
  20. Mengurangi proses penuaan.
  21. Tingginya tingkat DHEAS (Dehydroepiandrosterone)
  22. Mencegah nyeri
  23. Diperlambat atau dikontrol dari penyakit kronis
  24. Membuat Anda berkeringat lebih sedikit
  25. Menyembuhkan sakit kepala & migrain
  26. Ketertiban Lebih Berfungsi Otak
  27. Mengurangi Butuh Perawatan Medis
  28. Kurang energi yang terbuang
  29. Lebih cenderung untuk olahraga, kegiatan
  30. Bantuan yang signifikan dari asma
  31. Perbaikan kinerja atletik
  32. Menormalkan berat badan ideal Anda
  33. Menyelaraskan sistem endokrin kami
  34. Santai sistem saraf kita
  35. Menghasilkan perubahan yang bermanfaat berlangsung dalam aktivitas listrik otak
  36. Menyembuhkan infertilitas (ketidaksuburan stres dapat mengganggu pelepasan hormon yang mengatur ovulasi).
  37. Membangun kepercayaan diri.
  38. Meningkatkan tingkat serotonin, pengaruh suasana hati dan perilaku.
  39. Putuskan fobia & ketakutan
  40. Membantu mengendalikan pikiran sendiri
  41. Membantu dengan fokus & konsentrasi
  42. Meningkatkan kreativitas
  43. Peningkatan gelombang otak koherensi.
  44. Peningkatan kemampuan belajar dan memori.
  45. Peningkatan perasaan vitalitas dan peremajaan.
  46. Peningkatan stabilitas emosi.
  47. memperbaiki hubungan
  48. Pikiran usia dengan tingkat yang lebih lambat
  49. Lebih mudah untuk menghapus kebiasaan buruk
  50. Mengembangkan intuisi
  51. Peningkatan Produktivitas
  52. Peningkatan hubungan di rumah & di tempat kerja
  53. Mampu untuk melihat gambar yang lebih besar dalam situasi tertentu
  54. Membantu mengabaikan masalah-masalah kecil
  55. Peningkatan kemampuan untuk memecahkan masalah kompleks
  56. memurnikan karakter Anda
  57. Mengembangkan daya akan
  58. komunikasi yang lebih besar antara dua belahan otak
  59. bereaksi lebih cepat dan lebih efektif untuk acara stres.
  60. meningkatkan kemampuan persepsi seseorang dan kinerja motor
  61. kecerdasan yang lebih tinggi tingkat pertumbuhan
  62. Peningkatan kepuasan kerja
  63. peningkatan kapasitas untuk kontak intim dengan orang yang dicintai
  64. penurunan potensi penyakit mental
  65. Lebih baik, perilaku yang lebih ramah
  66. Kurang agresivitas
  67. Membantu dalam berhenti merokok, kecanduan merokok alkohol
  68. Mengurangi kebutuhan dan ketergantungan pada obat-obatan, pil & obat-obatan
  69. Memulihkan diri dari kurangnya tidur
  70. Membantu menyembuhkan insomnia
  71. Meningkatkan rasa tanggung jawab
  72. Mengurangi jalan kemarahan
  73. Penurunan berpikir gelisah
  74. Penurunan kecenderungan untuk khawatir
  75. Meningkatkan keterampilan mendengarkan dan empati
  76. Membantu membuat penilaian lebih akurat
  77. toleransi yang lebih besar
  78. Memberikan ketenangan untuk bertindak dengan cara yang konstruktif dianggap
  79. Tumbuh kepribadian yang stabil, lebih seimbang
  80. Mengembangkan kematangan emosional
  81. Membantu menjaga hal-hal dalam perspektif
  82. Menyediakan ketenangan pikiran, kebahagiaan
  83. Membantu Anda menemukan tujuan Anda
  84. Peningkatan aktualisasi diri.
  85. Peningkatan kasih
  86. kebijaksanaan Tumbuh
  87. pemahaman yang lebih dalam dari diri sendiri dan orang lain
  88. Membawa tubuh, pikiran, jiwa dalam harmoni
  89. Tingkat lebih dalam relaksasi spiritual
  90. Peningkatan penerimaan dari diri sendiri
  91. membantu belajar pengampunan
  92. Perubahan sikap terhadap kehidupan
  93. Menciptakan hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan Anda
  94. Mencapai pencerahan
  95. lebih besar-directedness batin
  96. Membantu hidup di saat ini
  97. Membuat melebar menjadi semakin mendalam kapasitas untuk cinta
  98. Penemuan kekuatan dan kesadaran melampaui ego
  99. Pengalaman rasa batin “Jaminan atau Knowingness”Pengalaman rasa “Keesaan”
  100. Meningkatkan sinkronisitas dalam hidup Anda.
Sumber Link:
 http://www.tahtamataram.com/100-manfaat-meditasi/

9 Cara Belajar yang Mendukung Cara Kerja Otak

Otak adalah organ yang sangat luar biasa yang di miliki oleh manusia. Namun kita seringkali terjebak pada cara belajar yang turun menurun dari jaman dahulu. Padahal jika kita mengerti bagaimana cara otak bekerja, bukan tidak mungkin kita dapat menjadi lebih pintar di sekolah.
Contohnya saja saat seseorang belajar selama 1 jam setiap harinya, akan menghasilkan lebih baik dibanding mereka yang belajar dengan sistem kebut semalam. Sudah banyak peneliti yang melakukan penelitian terhadap cara kerja otak. Dan ternyata banyak cara yang dapat digunakan untuk membantu otak bekerja lebih maksimal saat belajar. Apa saja? Berikut ulasannya.
Lakukan Pre-Test
Sebelum mempelajari sesuatu cobalah lakukan tes terlebih dahulu. Benediktus Carey, penulis dari How We Learn, mengatakan bahwa mengetes diri sendiri sebelum mulai belajar adalah hal yang paling menarik dalam memahami cara kerja otak. Cara mengetesnya cukup mudah, buatlah seperti quiz terhadap diri sendiri sebelum mulai belajar.
"Dalam berbagai percobaan psikolog telah menemukan bahwa salah menjawab dalam pretesting bukanlah hal yang buruk", kata Carey. "Sebaliknya, dengan mencoba menebak suatu jawaban akan mengubah cara berpikir dan bagaimana otak kita menyimpan informasi yang terkandung dalam sebuah pertanyaan.", lanjutnya. Otak manusia cenderung akan mengingat lebih saat salah menjawab.
Pretest ini juga akan membuat otak semakin siap untuk belajar. Sama halnya seperti mesin untuk dipanaskan, begitu juga dengan otak. Saat otak sudah siap untuk belajar, maka hasil yang di dapat akan menjadi lebih maksimal.
Beri Jeda dalam Belajar 
UC Irvine neurobiologis Christine Gall dan Gary Lynch menemukan bahwa tikus yang dilatih dengan beberapa sesi singkat tetapi secara berulang-ulang dengan jeda 1 jam tiap sesinya memiliki performa tes memori yang paling baik. Tikus tersebut akan memiliki memori yang lebih buruk saat dilatih hanya dengan satu sesi yang panjang (mirip dengan cara belajar di Indonesia).
Memang pengetahuan teknik ini telah diketahui bahkan dari abad ke 19. Beberapa tahun lalu Lynch dan Gall menemukan alasannya. Mereka menemukan mekanisme biologis mengenai jeda dalam belajar ini. Mereka menemukan bahwa sinapsis dalam otak mengkodekan memori yang terjadi di dalam hippocampus akan bekerja jauh lebih baik ketika di aktifkan sebentar dalam interval 1 jam.
Hal ini menjelaskan mengapa belajar secara terus menerus (sistem kebut semalam) tidak akan efektif. Hanya ada satu set sinapsis otak yang bekerja saat otak diforsir untuk belajar. Sementara itu dengan memberlakukan jeda, otak memiliki banyak sinapsis yang membuat otak bekerja lebih powerful.
Ubah suasana belajar
Daripada duduk di meja Anda dan belajar selama berjam-jam, cobalah cari pemandangan yang baru. Dengan melakukan hal ini, otak akan  lebih mudah mengingat informasi. Karena saat Anda mengubah suasana belajar, otak akan dipaksa mengambil informasi yang sama di tempat yang berbeda dan itu membuat informasi dianggap lebih berguna oleh otak.
"Otak membutuhkan variasi," kata Carey. "Ia ingin bergerak, ingin beristirahat secara periodik. Anda tidak harus menggunakan kursi yang sama, ruangan yang sama, untuk menghafal pelajaran". Yang lebih menariknya lagi, otak manusia akan cenderung mengingat lebih baik saat mengalami kondisi suasana yang sama.
Dalam suatu eksperimen, beberapa siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama harus belajar dan mengingat informasi dalam kondisi suasana yang tenang sementara kelompok kedua harus belajar di tempat yang kondisinya berisik. Lalu kedua kelompok tersebut masing-masing dibagi menjadi dua kelompok lagi dimana mereka akan di tes untuk menjawab pertanyaan di tempat berisik atau tenang. Hasilnya adalah mereka yang menghadapi suasana yang sama saat belajar dan ujian memiliki skor yang baik dibandingkan mereka yang berbeda. Oleh karena itu, biasanya ujian di Indonesia memiliki suasana yang tenang dan artinya dalam belajar sebaiknya juga harus di tempat yang tenang.
Tidur Siang Secara Teratur
Pada tahun 2013, peneliti dari University of Massachusetts bernama Amherst menemukan bahwa tidur siang ternyata mendukung peningkatan memori pada anak-anak prasekolah.
Psikolog Rebecca Spencer telah mempelajari lebih dari 40 anak-anak usia prasekolah dan dia menemukan bahwa anak-anak yang tidur siang dilakukan secara teratur memiliki performa yang lebih baik dalam mengerjakan tugasnya dibandingkan dengan yang tidak tidur siang.
Untuk mengeksplorasinya lebih lanjut, para peneliti merekrut 14 anak-anak prasekolah tambahan untuk datang ke laboratorium. Mereka mencatat hasil perubahan biologis saat tidur siang yang rata-rata selama 73 menit. Di sini Spencer dan rekannya menemukan ternyata ada korelasi antara gelombang otak dan memori saat terjadi tidur siang. Akan terjadi aktivitas konsolidasi antara gelombang otak dan memori.
Buatlah Pertanyaan Pada Diri Sendiri daripada Membaca Ulang
Membaca ulang tidak akan berpengaruh banyak pada memori seseorang. Namun menguji kemampuan di sela-sela belajar akan menghasilkan efek yang sangat positif. Begitu kata Jeffrey D. Karpicke dan Henry L. Roediger.
Dengan menguji diri sendiri dengan pertanyaan, otak justru akan lebih kuat dalam mengingatnya daripada membaca ulang. Jangan buang waktu Anda untuk membacanya kembali. Ujilah diri sendiri setelah itu review kesalahannya dimana.
Bedakan Proses dan Progres
Belajar adalah kata yang lucu. Kita menggunakannya cenderung lebih kepada pada menghapal dan mengingat segala sesuatu. Kita semua tahu belajar adalah sebuah proses. Bila Anda mendapat nilai bagus dalam ujian, apakah sudah selesai sampai sana saja? Tentu tidak. Mendapat nilai bagus itu artinya Anda telah membuat progres (kemajuan) dalam proses pembelajaran seumur hidup Anda.
Belajar untuk Dilupakan
Membuat kesalahan saat belajar mungkin bisa berdampak pada Anda menjadi lebih mengingat kesalahan Anda tersebut. Tapi hal tersebut hanya berlaku jika kesalahan Anda tipis. 
Menjawab pertanyaan dengan asal-asalan tidak akan membantu dalam proses belajar. Tapi menjawab dengan hampir benar justru akan menjadi batu loncatan agar seseorang untuk mengingat apa yang di pelajarinya. Begitulah kata Andree An Cyr, lulusan jurusan psikologi dari Universitas Toronto.
Dari penemuan ini, justru mengarahkan pada penemuan selanjutnya yang menyatakan bahwa lupa dengan sesuatu itu tidak lah buruk. Lupa tentang apa yang dipelajari adalah wajar dan hal tersebut mungkin dapat membuat kita salah dalam menjawab pertanyaan (salah tapi bukan menjawab dengan asal-asalan). Tapi justru dengan lupa, hal tersebut dapat menjadi spam filter di dalam otak. Ketika otak bekerja untuk mengingat apa yang mereka lupakan biasanya otak akan memiliki ingatan yang lebih kuat saat nantinya mereka menemukan kembali jawabannya.
Ajari Orang Lain
Mungkin ungkapan "untuk dapat belajar dengan lebih baik caranya adalah dengan mengajarkan orang lain" ada benarnya. Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Memory & Cognition, John Nestojko, seorang peneliti dari Universitas St. Louis, menemukan bahwa peserta didiknya yang mengajar siswa lainnya mengalami perubahan cara berpikir mereka. Mereka akan cenderung menemukan cara yang lebih efektif dalam menjawab pertanyaan saat tes.
Percobaan dilakukan terhadap sejumlah siswa dimana sebagian siswa harus mempelajari suatu materi dan sebagian siswa lainnya dituntut untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk membantu sebagian siswa lainnya. Pada kenyataannya mereka semua di uji.
Ketika seorang mempersiapkan diri untuk mengajarkan sesuatu pada orang lain, mereka akan cenderung mengambil poin-poin pentingnya saja dan membuatnya menjadi informasi yang terstruktur. Dengan cara ini hasilnya adalah siswa akan belajar lebih efektif.
Belajar Adalah tentang Mengerti bukan Mengetahui
Hal ini mungkin masih menjadi masalah di pendidikan Indonesia dimana sebagian siswa selalu dipaksa untuk menghapal. Sementara itu mengetahui suatu materi dengan cara menghapal tidaklah efektif. Sebaliknya mengerti materi akan jauh lebih efektif.
Otak akan cenderung mengingat suatu pelajaran jika orang tersebut memahaminya dengan baik dibandingkan menghapalnya. Contoh simpelnya saja apakah Anda tahu hasil dari 309 x 201? Tentu jika Anda sudah mengetahui cara kerja konsep perkalian angka tersebut tidaklah sulit. Mungkin hanya perlu beberapa menit untuk menyelesaikannya. Bandingkan jika Anda harus menghapal tabel perkalian untuk menjawab pertanyaan tersebut


Sumber Link:
 http://ikelas.com/berita/76/9-cara-belajar-yang-mendukung-cara-kerja-otak
Sukses Tindakan Positif:
https://beritamlm-online.blogspot.co.id/2016/09/sukses-karena-tindakan-positif-positive.html